Hari ini saya membawa anak-anak saya ke event GESS menjelaskan tentang project 3 D modelling yang mereka buat. Seperti dugaan saya mereka menjelaskan lebih natural daripada saya. Alhamdulillah mereka dapat menunjukkan keahliannya dalam membuat model 3 Dimensi. Good job! I'm so proud of you. Tunggu kegiatan-kegiatan kami selanjutnya ya.
Showing posts with label Art Space. Show all posts
Showing posts with label Art Space. Show all posts
Friday, 27 December 2019
Monday, 24 June 2019
Seninya Cutter
Cutter merupakan peralatan art and craft yang harus ditangani dengan hati-hati. Salah memegang maka cutter dapat tanpa sengaja melukai tangan kita. Karena penggunaannya yang harus hati-hati, teknik penggunaan cutter tidak dimasukkan dalam materi seni rupa.
Saya mencoba menggabungkan pelajaran kriya untuk membuat benda naturalis dan geometris ke dalam teknik penggunaan cutter. Latihan dimulai dari menggunakan kertas sebagai media cutter. Anak belajar untuk memegang cutter secara benar, menggores kertas dengan garis lurus dan melengkung. Setelah terbiasa anak membuat karya paper cutting.
Saya mencoba menggabungkan pelajaran kriya untuk membuat benda naturalis dan geometris ke dalam teknik penggunaan cutter. Latihan dimulai dari menggunakan kertas sebagai media cutter. Anak belajar untuk memegang cutter secara benar, menggores kertas dengan garis lurus dan melengkung. Setelah terbiasa anak membuat karya paper cutting.
MoMa Learning-Belajar dari Museum
Pada posting sebelumnya saya menjelaskan mengenai era baru dalam museum seni rupa. Saya mencari bahan untuk mengajar melalui karya seni rupa. Ketika mengikuti pelatihan online di Coursera saya menemukan online course dari MoMa. Museum of Modern Art. Online Course ini bisa dilakukan secara free namun kita tidak mendapatkan sertifikat. Setelah membuka ternyata banyak sekali strategi mengajar berbasis museum yang dikembangkan oleh Museum of Modern Art.
Buku Seninya Matematika
Alhamdulillah pelatihan selama 2 hari di Sagusabu kini membuahkan hasil. Selama 2 hari saya diberikan pelatihan oleh Tim Sagusabu-Satu Guru Satu Buku. Setelah selesai pelatihan kami diberikan tantangan untuk menghasilkan naskah buku dalma waktu satu bulan. Alhamdulillah dengan mengalokasikan waktu 1 jam per hari saya berhasil menerbitkan buku Seninya Matematika.
Buku ini terlahir deari pengalaman saya sebagai guru Seni Rupa yang kerap kali mengaitkan mata pelajaran saya dengan bidang studi yang lain. Berbekal browsing sana-sani saya menerapkan teknik Math Art di pelajaran saya. Hasilnya saya kumpulkan menjadi satu karya buku.
Buku dapat dipesan dengan mengisi form yang tertera di sini
Buku ini terlahir deari pengalaman saya sebagai guru Seni Rupa yang kerap kali mengaitkan mata pelajaran saya dengan bidang studi yang lain. Berbekal browsing sana-sani saya menerapkan teknik Math Art di pelajaran saya. Hasilnya saya kumpulkan menjadi satu karya buku.
Buku dapat dipesan dengan mengisi form yang tertera di sini
Era Baru dalam Museum Seni Rupa
Apa yang terbayang ketika kita masuk ke sebuah museum? Yang terbayang pasti ada beragam benda kuno yang penuh sejarah. Hanya dapat dilihat tanpa disentuh. Seakan berjarak dengan sang pengunjung.
Masuknya teknologi digital mengubah pola pandang kita terhadap museum. Kini museum hadir dengan wajah yang baru.
Tahun 2018 seniman Yayoi Kusuma menggelar karyanya di museum Macan. Yayoi Kusuma terkenal bereksplorasi dengan elemen rupa titik. Pengunjung tidak hanya mengamati objek, namun bisa menjadi bagian dari objek seni itu sendiri. Dengan berbagai eksperkmen gaya museum kini lebih melibatkan pengunjung untuk berinteraksi dengan karya seni.
Kerajinan Shibori dalam tiga tahun belakangan ini marak menjadi perbincangan di Indonesia. Beragam pelatihan tentang Shibori bermunculan di Indonesia. Sebenarnya kesenian Shibori merupakan kesenian yang sudah sangat lama digunakan di Jepang.
Kerajinan tekstil Shibori ini berkembang sejaka abad ke-6. Ketika Jepang mulai terbuka dengan dunia barat, pakaian tradisional seperti kimono sudah mulai ditinggalkan. Kaum muda di Jepang mulai senang memakai kaos dan celana layaknya orang barat. Produksi tekstil khas Jepang pun mulai menurun.
Serba Serbi Macrame
Macrame merupakan seni menganyam tali sehingga membentuk kerajinan yang indah. Hasil karya macrame terbentang dari tas, hiasan dinding, penggantung tanaman, pembatas ruangan, hingga syal dan baju. Sejarah Macrame diperkirakan muncul sekitar abad ke-13 pada penenun bangsa Arab. Kesenian macrame terlihat di syal, dekorasi kerudung, dan baju mereka. Kata Macrame berasal dari kata Arab yaitu Magribah. Setelah penaklukan bangsa Moor di Spanyol, kesenian ini dikembangkan oleh bangsa Spanyol dan terbawa ke Eropa.
Subscribe to:
Posts (Atom)



