Apa yang terbayang ketika kita masuk ke sebuah museum? Yang terbayang pasti ada beragam benda kuno yang penuh sejarah. Hanya dapat dilihat tanpa disentuh. Seakan berjarak dengan sang pengunjung.
Masuknya teknologi digital mengubah pola pandang kita terhadap museum. Kini museum hadir dengan wajah yang baru.
Tahun 2018 seniman Yayoi Kusuma menggelar karyanya di museum Macan. Yayoi Kusuma terkenal bereksplorasi dengan elemen rupa titik. Pengunjung tidak hanya mengamati objek, namun bisa menjadi bagian dari objek seni itu sendiri. Dengan berbagai eksperkmen gaya museum kini lebih melibatkan pengunjung untuk berinteraksi dengan karya seni.
Pameran Yayoi Kusuma ini menuai banyak pengunjung di museum Macan. Bahkan ada pengunjung yang antri hingga berjam-jam demi berselfie ria di museum Macan.
yang serupa. Art and Science Museum menyajikan tema futuristik. Ruangan disoroti imaji besar yang bergerak secara dinamis dan kita dapat menyentuh dan berfoto di dinding penuh warna. Senada dengan itu museum trick art menyajikan backdrop besar dengan "tipuan mata" yang jika kita berfoto di dalamnya akan menyatu dengan backdrop. Wisata museum kini menjadi hal yang menyenangkan dan lebih interaktif.
Ellen Lupton seorang kurator di Cooper Hewitt Contemporary Museum menjelaskan bahwa sebuah museum harus memuaskan panca indera, tidak hanya memuaskan mata. Penjelasan Ellen bisa dilihat di video ini.
Museum yang juga sedang melejit adalah Ice cream Museum di San Francisco. Info tentang museum tersebut dapat dilihat di link ini


No comments:
Post a Comment